Ada satu pertanyaan yang cukup sering muncul ketika seseorang memutuskan membuat website pribadi: “Untuk apa?”
Bagi saya, jawabannya sederhana—karena ada begitu banyak hal yang ingin saya bagikan, dan tidak semuanya bisa diwakili oleh profil profesional di media sosial atau deretan jabatan di kartu nama.
Selama lebih dari dua dekade bekerja di dunia komunikasi korporat, saya terbiasa menyampaikan pesan untuk perusahaan, membangun hubungan dengan berbagai pihak, dan berada di tengah dinamika yang bergerak cepat. Namun, di balik semua itu, saya juga menjalani peran lain yang sangat membentuk diri saya: seorang ibu.
Dua dunia ini sering kali berjalan berdampingan. Ada hari ketika saya harus memikirkan strategi komunikasi, dan di hari yang sama saya juga memikirkan anak-anak saya, keluarga, dan hal-hal sederhana yang tidak pernah masuk ke dalam laporan kerja. Dari sanalah saya menyadari bahwa hidup tidak bisa dipisahkan menjadi “profesional” dan “personal” secara kaku. Keduanya saling memengaruhi dan saling membentuk.
Ruang ini lahir dari kesadaran itu.
Saya ingin memiliki tempat untuk menuangkan pemikiran, pengalaman, dan refleksi yang mungkin tidak selalu cocok disampaikan dalam format formal. Ada pelajaran tentang kepemimpinan, komunikasi, dan karier. Ada juga cerita tentang menjadi ibu, tentang bertumbuh, tentang memulai lagi, tentang hari-hari ketika semuanya terasa berat, dan tentang bagaimana kita tetap memilih untuk melangkah.
Saya tidak membuat ruang ini karena merasa sudah memiliki semua jawaban. Justru sebaliknya, saya membuatnya karena saya masih terus belajar.
Saya percaya banyak orang terutama perempuan sering merasa harus selalu terlihat kuat, selalu tahu arah, dan selalu mampu mengatur semuanya dengan sempurna. Padahal kenyataannya, kita semua pernah merasa lelah, ragu, bingung, atau takut. Dan menurut saya, tidak ada yang salah dengan itu.
Karena itu, saya ingin menjadikan ini sebagai ruang aman.Ruang di mana kita tidak harus tampil sempurna. Ruang di mana pengalaman hidup boleh dibagikan tanpa takut dihakimi. Ruang di mana seorang profesional bisa berbicara tentang kerentanan, dan seorang ibu bisa berbicara tentang mimpinya sendiri.
Saya berharap tulisan-tulisan di sini bisa menjadi teman bagi siapa pun yang membacanya. Mungkin ada seseorang yang sedang menghadapi tantangan di pekerjaan. Mungkin ada ibu yang sedang berusaha menyeimbangkan banyak peran. Mungkin ada perempuan yang sedang mencoba menemukan kembali dirinya setelah melewati masa sulit.
Jika melalui tulisan-tulisan ini mereka merasa sedikit lebih dimengerti, sedikit lebih tenang, atau sedikit lebih berani untuk melanjutkan perjalanan hidupnya, maka ruang ini sudah memiliki makna.
Di ruang ini, saya tidak hanya ingin menunjukan siapa saya tapi juga menjadi tempat untuk berbagi, mendengarkan, dan bertumbuh bersama. Karena saya percaya, terkadang yang paling kita butuhkan bukanlah nasihat yang sempurna, melainkan ruang yang cukup aman untuk menjadi diri sendiri.
Salam,
Astrid Suryatenggara
