Dulu, saya percaya bahwa hidup bisa dipetakan. Dengan rencana yang matang, tujuan yang jelas, dan sedikit usaha ekstra, saya pikir saya bisa mengarahkan semuanya menuju hasil yang saya inginkan. Ternyata tidak.
Ada pekerjaan yang tidak jadi. Ada kesempatan yang hilang. Ada orang yang memilih pergi. Ada hal-hal yang berubah tanpa pernah meminta izin kepada kita.
Dan mungkin, di situlah saya belajar bahwa planning is a compass, not a contract. Kita boleh punya arah, tetapi kita tidak pernah benar-benar memegang kendali atas perjalanan.
Hari ini, saya tidak lagi melihat setiap penyimpangan dari rencana sebagai sebuah kegagalan. Tidak semua hal yang tidak berjalan sesuai harapan berarti saya salah memilih, kurang berusaha, atau kurang baik dalam merencanakan.
Sometimes, life simply happens.
Dan mungkin kedewasaan bukan tentang belajar mengendalikan semuanya, tetapi belajar menerima bahwa tidak semuanya berada dalam kendali kita—and that’s okay.