Selama bertahun-tahun bekerja di dunia komunikasi, saya belajar bahwa storytelling bukan sekadar tentang bagaimana kita menyampaikan sebuah pesan. Yang lebih penting adalah bagaimana kita memahami manusia di balik pesan tersebut. Apa yang mereka rasakan, apa yang mereka percaya, dan pengalaman apa yang membuat sebuah cerita terasa dekat bagi mereka. Karena komunikasi yang baik bukan hanya membuat orang mendengar. Ia membuat orang merasa dipahami.
Itulah mengapa saya melihat storytelling sebagai bagian yang sangat dekat dengan leadership dan brand building. Sebuah brand mungkin memiliki pesan yang kuat, tetapi tanpa cerita yang manusiawi, pesan tersebut mudah kehilangan makna. Begitu pula dalam kepemimpinan. Cara kita menyampaikan sebuah visi, perubahan, bahkan sebuah keputusan, sering kali menentukan bagaimana orang menerimanya.
Saya bersama dengan Maria Angelica akan hadir di HERLab Volume 2: Crafting a Storytelling Campaign. Kami akan membicarakan bagaimana sebuah ide dapat diterjemahkan menjadi cerita yang bukan hanya menarik untuk didengar, tetapi mampu menciptakan connection, resonance, dan sesuatu yang tetap tinggal setelah percakapan berakhir.
Jangan lewatkan HERLab Volume 2: Crafting a Storytelling Campaign yang akan berlangsung pada 25 September 2026, pukul 16.00–19.00 WIB, di Ruang Cilacap & Semarang Room, The Hermitage Jakarta.