Bagaimana sebuah gagasan yang telah hidup selama ribuan tahun menemukan makna baru di layar lebar? Pertanyaan ini menjadi bagian dari perjalanan The Making of Filosofi Teras, sebuah sesi di ideafest 2026 yang akan mengajak kita melihat proses kreatif di balik adaptasi buku Filosofi Teras karya Henry Manampiring ke dalam sebuah pengalaman sinematik. Berangkat dari filosofi Stoikisme tentang ketahanan diri, keseimbangan emosi, serta memahami apa yang bisa dan tidak bisa kita kendalikan, film ini menjadi ruang untuk membawa gagasan-gagasan tersebut lebih dekat dengan kehidupan generasi hari ini.
Saya akan bergabung bersama Henry Manampiring, Sherina Munaf, dan Affandi Abdul Rachman untuk berbagi cerita mengenai perjalanan menerjemahkan sebuah buku yang begitu dekat dengan banyak pembaca menjadi sebuah cerita di layar. Bagi saya, proses ini bukan hanya tentang bagaimana sebuah ide diadaptasi menjadi film, tetapi juga tentang bagaimana sebuah cerita dapat tetap mempertahankan maknanya sambil menemukan cara baru untuk berbicara kepada audiens. Karena pada akhirnya, cerita yang baik seharusnya tidak selesai ketika film berakhir—tetapi terus tinggal dalam pikiran kita dan mengajak kita melihat sesuatu dengan cara yang berbeda.
Kalau kamu ingin melihat lebih dekat bagaimana filosofi, storytelling, dan filmmaking bertemu dalam proses kreatif ini, saya ingin mengajak kamu untuk hadir dan berbagi ruang bersama kami. Mari bertemu di The Making of Filosofi Teras pada Sabtu, 5 September 2026, pukul 11.00–12.00 WIB di Lower Lobby, JICC Senayan. Saya berharap sesi ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk membicarakan bagaimana sebuah film dibuat, tetapi juga menjadi ruang untuk bersama-sama merefleksikan kembali gagasan sederhana namun penting: tentang apa yang bisa kita kendalikan, apa yang harus kita lepaskan, dan bagaimana kita memilih untuk menjalani hidup di antaranya.
